Bab 11 : Jihad - Terjemah Ghoyah wa Taqrib


كِتَابُ الْجِهَادِ

Jihad


وَشَرائِط وُجُوبِ الْجِهَادِ سَبْعُ خِصَالٍ الْإِسْلَامُ وَالْبُلُوغُ وَالْعَقْلُ وَالخَرَيَّة والذكورية والصحة وَالطَّاقَةُ عَلَى الْقِتَالِ. وَمَنْ أُسِرَ مِنَ الْكُفَّارِ فَعَلَى ضَرْبَيْنِ : ضَرْبٌ يَكُوْنُ رَقِيْقًا بِنَفْسِ السَّبْيِ وَهُمُ الصَّبْيَانُ وَالنِّسَاءُ، وَضَرْبٌ لَا يَرِقُ بِنَفْسِ السَّيْي وَهُمُ الرِّجَالُ الْبَالِغُونَ. وَالْإِمَامُ مُخَيَّرُ فِيهِمْ بَيْنَ أَرْبَعَةِ أَشْيَاءَ الْقَتْلُ وَالْإِسْترْقَاقُ وَالْمَنَّ وَالْفِدْيَةُ بِالْمَالِ أَوْ بِالرّجَالِ، يَفْعَلُ مِنْ ذَلِكَ مَا فِيهِ الْمَصْلَحَةُ. وَمَنْ أَسْلَمَ قَبْلَ الْأَسْرِ أُحْرِزَ مَالُهُ وَدَمُهُ وَصِغَارُ أَوْلَادِهِ. وَيُحْكَمُ لِلصَّبِيِّ بِالْإِسْلَامِ عِنْدَ وُجُوْدِ ثَلَاثَةِ أَسْبَابٍ: أَنْ يُسْلِمَ أَحَدُ أَبَوَيْهِ، أَوْ يَسْبِيَهُ مُسْلِمٌ مُنْفَرِدًا عَنْ أَبَوَيْهِ، أَوْ يُوْجَدَ لَقِيْطًا فِي دَارِ الْإِسْلَامِ.

Syarat-syarat wajib jihad ada tujuh, yaitu:
  1. Islam.
  2. Baligh.
  3. Berakal.
  4. Merdeka.
  5. Laki-laki.
  6. Sehat.
  7. Kuat berperang.
Tawanan dari orang kafir terbagi menjadi dua kategori, yaitu:
  1. Menjadi budak sebab tertawan yaitu anak kecil dan para perempuan.
  2. Tidak serta merta menjadi budak sebab menjadi tawanan, yaitu orang laki-laki yang sudah baligh. Imam dapat memilih yang mashlahat antara empat pilihan dalam menghukumi orang-orang ini antara lain: membunuh, menjadikan budak, memberikan ampunan, atau menyuruh membayar tebusan dengan harta atau budak laki-laki. 
Harta, darah serta anak orang kafir yang masuk islam sebelum tertawan wajib untuk dijaga.
Seorang anak dihukumi islam ketika terdapat tiga sebab:
  1. Orang tuanya masuk islam.
  2. Ditawan oleh orang islam sedangkan dia tidak bersama dengan kedua orang tuanya.
  3. Ditemukan di negara islam.

Pasal Ghanimah (jarahan)

(فَصْلُ) وَمَنْ قَتَلَ قَتِيلًا أُعْطِيَ سَلَبَهُ، وَتُقْسَمُ الْغَنِيمَةُ بَعْدَ ذَلِكَ عَلَى خَمْسَةِ أَخْمَاسٍ فَيُعْطَى أَرْبَعَةُ أَخْمَاسِهَا لِمَنْ شَهِدَ الْوَقْعَةَ وَيُعْطَى لِلْفَارِسِ ثَلَاثَةُ أَسْهُم وَلِلرَّاجِلِ سَهُمْ وَلَا يُسْهَمُ إِلَّا لِمَنِ اسْتَكْمَلَتْ فِيْهِ خَمْسُ شَرَائِط : الْإِسْلَامُ وَالْبُلُوعُ وَالْعَقْلُ وَالخَرِيَّةُ وَالنُّكُوْرِيَّةُ، فَإِنْ اخْتَلَ شَرْطُ مِنْ ذَلِكَ رُضِخَ لَهُ وَلَمْ يُسْهَمْ لَهُ. وَيُقْسَمُ الخُمُسُ عَلَى خَمْسَةِ أَسْهُم : سَهُمْ لِرَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصْرَفُ بَعْدَهُ لِلْمَصَالِحٍ، وَسَهْمُ لِذَوِي الْقُرْبَى وَهُمْ بَنُو هَاشِمٍ وَبَنُو الْمُطَلِبِ، وَسَهُمُ لِلْيَتَامَى، وَسَهُمُ لِلْمَسَاكِينِ، وَسَهُمُ لأَبْنَاءِ السَّبِيلِ.

Bagi seorang yang membunuh musuhnya (ketika berperang dengan orang kafir) maka ia berhak memiliki harta salab (segala peralatan yang dipakai oleh si korban termasuk juga pakaiannya). Adapun harta ghanimah dibagikan setelah selesainya pembagian salab.

Harta ghanimah dibagi menjadi lima bagian. Empat bagiannya diberikan kepada orang yang ikut peperangan dengan perincian: tiga bagian untuk pasukan berkuda dan satu bagian untuk pasukan pejalan kaki. Harta ghanimah tersebut hanya boleh dibagikan pada pasukan yang telah menetapi lima syarat sebagai berikut:
  1. Islam.
  2. Baligh.
  3. Berakal.
  4. Merdeka.
  5. Laki-Laki

Pasukan yang tidak menetapi kelima syarat diatas tidak berhak mendapat bagian yang telah disebutkan melainkan hanya mendapatkan persen saja3 (bagian yang jumlahnya lebih sedikit dari bagian pasukan pejalan kaki). Sedangkan satu bagian lainnya dibagi lagi menjadi lima bagian yang masing-masing diberikan pada:

  1. Rasulullah saw (ketika beliau masih hidup) ketika sepeninggal beliau, maka harta tersebut digunakan untuk kepentingan umat islam.
  2. Keluarga Rasulullah (Bani Hasyim dan Bani Muthalib).
  3. Anak yatim.
  4. Orang miskin.
  5. Ibnu sabil (Musafir).

Grafik Pembagian Harta Ghanimah

Grafik pembagian harta ghanimah

Pasal Harta Fai

(فَصْلُ) وَيُقْسَمُ مَالُ الْقَيْءِ عَلَى خَمْسٍ فِرَقٍ يُصْرَفُ خَمْسُهُ عَلَى مَنْ يُصْرَفُ عَلَيْهِمْ خُمُسُ الْغَنِيمَةِ وَيُعْطَى أَرْبَعَةُ أَخْمَاسِهَا لِلْمُقَاتَلَةِ وَفِي مَصَالِحِ الْمُسْلِمِينَ.

Harta fai' dibagi menjadi lima bagian, satu bagian diberikan kepada lima kelompok yang berhak menerima harta jarahan (ghanimah), adapun empat bagian lainnya dikelolakan untuk persiapan peperangan dan kemashlahatan orang-orang muslim.

Pasal Jizyah (Pajak)

(فَصْلُ) وَشَرَائِط وُجُوبِ الْجِزْيَةِ خَمْسُ خِصَالٍ : الْبُلُوعُ وَالْعَقْلُ وَالحَريَّةُ وَالدُّكَورِيَّةُ وَأَنْ يَكُونَ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أَوْ مِمَّنْ لَهُ شُبْهَهُ كِتَابٍ. وَأَقَلُّ الجِزْيَةِ دِيْنَارُ فِي كُلِّ حَوْلٍ، وَيُؤْخَذُ مِنَ الْمُتَوَسَطِ دِيْنَارَانِ وَمِنَ الْمُوْسِرِ أَرْبَعَةُ دَنَانِيْرَ وَيَجُوْزُ أَنْ يَشْتَرِطَ عَلَيْهِمْ الضَّيَافَةَ فَضْلًا عَنْ مِقْدَارِ الْجِزْيَةِ. وَيَتَضَمَّنُ عَقْدُ الْجِزْيَةِ أَرْبَعَةَ أَشْيَاءَ : أَنْ يُؤَدُّوا الْجِزْيَةَ، وَأَنْ تَجْرِيَ عَلَيْهِمْ أَحْكَامُ الْإِسْلَامِ، وَأَنْ لَا يَذْكُرُوا دِينَ الْإِسْلَامِ إِلَّا بِخَيْرٍ، وَأَنْ لَا يَفْعَلُوْا مَا فِيْهِ ضَرَرُ عَلَى الْمُسْلِمِينَ. وَيُعْرَفُوْنَ بِلُبْسِ الْغِيَارِ وَشَدَ الزَّنَارِ وَيَمْنَعُونَ مِنْ رُكُوب الخيل.

Syarat-syarat wajib membayar jizyah ada lima, yaitu:

  1. Baligh.
  2. Berakal.
  3. Merdeka.
  4. Laki-laki.

Termasuk ahli kitab atau orang-orang yang menyerupai ahli kitab. Minimal jizyah dalam setiap tahun adalah satu dinar. Orang sederhana membayar jizyah untuk setiap tahunnya sebesar dua dinar, sedangkan orang kaya dibebankan jizyah sebesar empat dinar setiap tahunnya. Diperbolehkan mensyaratkan ahli jizyah agar menjamu orang muslim sebagai tambahan jizyah.378 Akad jizyah mengandung empat perkara:

  1. Mereka wajib membayar jizyah.
  2. Hukum-hukum islam berlaku bagi ahli jizyah.
  3. Mereka tidak boleh menyebut agama islam kecuali dengan kata- kata yang baik.
  4. Mereka tidak diperkenankan melakukan sesuatu yang dapat membahayakan orang islam.

Ahli jizyah diberi pengenal dengan pakaian dan tali sebagai sabuk yang berbeda dengan orang islam. Ahli jizyah juga tidak diperkenankan mengendarai kuda.

Baca Juga : Binatan Buruan dan Sembelihan

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url