Download : Kitab Syarhu Sunan Abi Dawud karya Badruddin Al-Aini PDF


Nama Kitab : Syarah Al-Aini / Syarhu Sunan Abi Dawud karya Badruddin Al-Aini

Penyusun : Badruddin Al-Aini

Jumlah jilid : 7

Link Download

Jilid 1 | Jilid 2 | Jilid 3 | Jilid 4

Jilid 5 | Jilid 6 | Jilid 7

Biografi penulis

Nama dan Gelarnya:

Nama lengkapnya adalah Mahmoud bin Ahmad bin Musa bin Ahmad bin Hussein bin Yusuf bin Mahmoud al-Aintabawi al-Halabi, yang juga dikenal sebagai al-Ayni Abu al-Thana ibn al-Shihab, Abu Muhammad, Badr al-Din.

Tempat Kelahiran:

Dia lahir di Daarb Kikin pada tanggal 17 Ramadan tahun 726 Hijriah, yang bersamaan dengan tahun 1326 Miladiyah.

Pendidikan dan Perjalanan Ilmiah:

Dia dibesarkan di Daarb Kikin dan belajar membaca Al-Quran. Kemudian, ia belajar di bawah bimbingan Sheikh Muhammad al-Ra'i, yang merupakan salah satu murid dari Qadi Qarim. Ia mendalami ilmu agama, tata bahasa Arab, dan logika. Dia juga belajar ilmu sarf (tata bahasa Arab) dan fiqh (hukum Islam).

Selain itu, ia belajar dari sejumlah ulama lainnya, seperti al-Badr al-Kashani dan Mahmoud bin Ahmad al-Aintabawi dalam bidang ilmu fiqh. Ia juga mempelajari kitab "Al-Mufassal" dalam ilmu nahwu (tata bahasa Arab) dan "Al-Tanqih" atas kitab "Al-Ithir" karya Jabril bin Saleh al-Baghdadi dari murid Tafsizani. Dia juga belajar kitab "Al-Misbah" dalam ilmu nahwu dari Khair al-Din.

Kemudian, ia pindah ke Aleppo dan belajar dari Yusuf bin Musa al-Malti al-Bzduwi. Dia juga mempelajari ilmu fiqh dan usul al-fiqh (prinsip hukum Islam) dari Isa bin al-Khas bin Mahmoud al-Sarmawi, murid al-Tayyibi dan al-Jarburdi. Dia menjadi ulama terkemuka dalam berbagai disiplin ilmu ini.

Karier dan Pengabdian:

Setelah kembali ke kampung halamannya, dia diangkat sebagai qadi (hakim) di wilayahnya. Dia juga belajar dari al-Wali al-Bahisti di Bahista, Alaa al-Din bin Khkhta, dan Al-Badr al-Kashafi di Multan. Setelah itu, ia melakukan perjalanan haji ke Mekah dan mengunjungi Yerusalem.

Ketika dia di Yerusalem, dia bertemu Alaa Ahmad bin Muhammad al-Sirafi, seorang ulama Hanafi, dan menjadi muridnya. Kemudian, dia pindah ke Kairo pada tahun 798 Hijriah. Di sana, dia belajar fiqh, usul al-fiqh, ilmu bahasa Arab, dan ilmu tafsir dari Al-Balqini. Dia juga belajar dari al-Asqalani dan Al-Hafiz bin Dakiq al-Eid. Dia membaca kitab-kitab seperti "Musnad Abd bin Hameed," "Musnad al-Darimi," dan sekitar sepertiga awal dari "Musnad Ahmad."

Setelah kembali dari perjalanan haji, dia menetap di Kairo dan menjadi seorang ulama terkemuka. Dia juga mengajar hadis di al-Mu'ayyidiyah dan menjadi qadi (hakim) di sana. Dia menjadi terkenal karena pengetahuannya dalam berbagai bidang ilmu Islam. Dia juga memberikan kuliah tafsir dan hadis di al-Mu'ayyidiyah. Dia terus mengajar dan menulis hingga meninggal dunia.

Pada akhirnya, ia diangkat sebagai qadi (hakim) di wilayah Hafsah al-Qahira dan menjabat hingga kematiannya. Dia meninggal dunia pada tahun 855 Hijriah. Dia meninggalkan warisan ilmiah yang luas dalam bentuk karya tulisannya yang banyak, yang mencakup bidang-bidang seperti fiqh, usul al-fiqh, tafsir, dan hadis.

Terkait : Fathul Wadud fi Syarhi Sunan Abi Dawud

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url