At-Tahdzib fi Fiqh Imam Syafi'i - Imam Baghawi

At-Tahdzib fi Fiqh Imam Syafi'i

nderekngaji.com - Kitab "At-Tahdzib" (التهذيب) adalah salah satu kitab fikih yang menganut mazhab Asy-Syafi’i dan dapat dianggap sebagai ensiklopedi fikih yang lengkap. Secara bahasa, "tahdzib" berarti "membersihkan" atau "menyucikan". Mungkin penulisnya bermaksud bahwa kitab ini mengandung pembahasan fikih yang esensial dan bebas dari pembahasan yang tidak diperlukan. Kitab ini termasuk dalam kategori kitab "muthowwal" karena pembahasannya yang panjang dan detail, mencakup dalil, "ikhtilaf" (perbedaan pendapat), dan "tarjih" (penilaian pendapat yang lebih kuat).

Kitab ini ditulis oleh Al-Baghowi (516 H), yang juga dikenal sebagai penulis Tafsir Al-Baghowi ("Ma’alim At-Tanzil"). Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Al-Husain bin Mas’ud Al-Baghowi, dengan julukan "Muhyi As-Sunnah" (محيي السنة). Dikisahkan bahwa ketika menulis kitab "Syarhu As-Sunnah", beliau bermimpi bertemu Rasulullah yang berkata, "Engkau telah menghidupkan sunnahku dengan mensyarah hadis-hadisku", sehingga beliau dijuluki "Muhyi As-Sunnah". Al-Baghowi juga dikenal sebagai Ibnu Al-Farro’ atau Al-Farro’ karena ayahnya berprofesi sebagai pedagang kulit berbulu. Kesalihan dan kezuhudannya terkenal. Menurut Adz-Dzahabi, setiap ceramah agama yang beliau sampaikan selalu dilakukan dalam keadaan suci. Dalam hal keilmuan, Al-Baghowi dianggap telah mencapai derajat ijtihad sebagaimana deskripsi oleh banyak ulama yang menulis biografinya.

Kitab ini sangat penting dalam mazhab Asy-Syafi’iyyah dan sering dirujuk oleh ulama-ulama terkenal dalam kitab-kitab fikih mereka. Asy-Syaikhon (Ar-Rofi’i dan An-Nawawi) sering menukil "At-Tahdzib" dalam karya mereka, terutama Ar-Rofi’i dalam "Asy-Syarhu Al-Kabir"/"Al-Fathu Al-Aziz". Penghargaan ini wajar karena Al-Baghowi dikenal sebagai ahli fikih, hadis, dan tafsir.

Kitab "At-Tahdzib" mengambil referensi utama dari karya guru Al-Baghowi, yaitu Ta’liqoh Al-Qodhi Husain. Metode penulisannya dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:

  1. Setiap memulai pembahasan bab, Al-Baghowi mengawali dengan penjelasan dalil-dalil, baik dari Al-Qur’an maupun hadis. Jika ada kata-kata asing, beliau menjelaskannya.
  2. Setelah memaparkan dalil, Al-Baghowi melanjutkan dengan pembahasan masalah fikih. Jika ada ikhtilaf, beliau menjelaskannya, baik di kalangan internal ulama Asy-Syafi’iyyah maupun ulama mazhab lain.
  3. Melakukan "tafri’at" dengan memerinci pembahasan cabang dari topik fikih yang telah diuraikan. Pada bagian ini, beliau menjelaskannya dengan cukup luas dan komplit.
  4. Melakukan "tarjih", yaitu memilih pendapat yang dianggap paling kuat di antara berbagai ijtihad mazhab Asy-Syafi’i pada masalah cabang yang disebutkan.
  5. Memperluas bahasan cabang-cabang persoalan fikih dengan "tahrir" (verifikasi penisbahan kutipan) terhadap riwayat-riwayat yang dinukilnya. Ini mungkin dipengaruhi oleh lingkungan Khurasan yang dikenal unggul dalam hal "tafri’" dan "tabwib" topik-topik fikih.
  6. Menyebutkan pendapat "qodim" dan "jadid" Asy-Syafi’i.
  7. Menyebutkan pendapat-pendapat fikih shahabat dan tabi’in (jika ada) saat membahas satu topik fikih.
  8. Menyebutkan pendapat mazhab-mazhab lain, sehingga kitab ini layak menjadi rujukan fikih perbandingan.

Dengan deskripsi ini, dapat disimpulkan bahwa kitab ini adalah salah satu rujukan yang layak untuk melatih "malakah istinbath". Namun, perhatian ulama’ Asy-Syafi’iyyah terhadap kitab ini tidak terlalu besar. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. Dari sisi isi, kitab ini mungkin tidak mencerminkan pendapat "mu’tamad" mazhab Asy-Syafi’i, sehingga minat ulama Asy-Syafi’iyyah untuk mempopulerkannya kurang. Selain itu, kitab-kitab lain yang sudah beredar dianggap cukup untuk mengetahui pendapat "mu’tamad" mazhab Asy-Syafi’i, sehingga minat untuk mempelajari "At-Tahdzib" karya Al-Baghowi berkurang. Satu "mukhtashor" yang meringkas kitab ini adalah karya Al-Husain bin Muhammad Al-Harowi berjudul "Lubab At-Tahdzib".

Sejauh ini, penerbit yang mencetak kitab ini adalah Dar Kutub Al-Ilmiyyah dalam 8 jilid. Namun, kualitas tahqiq dan cetakannya sering mendapat sorotan. Saat menelaah muqoddimah tahqiqnya, ditemukan sejumlah kesalahan cetak yang cukup mengganggu. Diharapkan ke depan ada muhaqqiq dan penerbit yang berkenan mentahqiq secara lebih serius lagi.

Nama Kitab At- Tahdzib fi Fiqh Imam Syafi'i
Penyusun Ibnu Al-Farro' Al-Baghowi
Jilid 8
Link Download Jilid 1
Jilid 2
Jilid 3
Jilid 4
Jilid 5
Jilid 6
Jilid 7
Jilid 8

Terkait : Download Kitab Tuhfatut Thullab 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url