Panduan Lengkap Mengurusi Jenazah

Dalil

قُتِلَ الْإِنْسَانُ مَا أَكْفَرَهُ (17) مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ (18) مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ (19) ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ (20) ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ (21)

"Binasalah manusia; alangkah amat kekafirannya? Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes muni, Allah menciptakannya, lalu menentukannya. Kemudian Dia memudahkan jalannya, kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur," (QS. 'Abasa [80]: 17-21)

Hadis Muslim 

Dari Umi 'Athiyyah berkata: “Ketika Sayidah Zainab binti Rasulullah Saw.meninggal, beliau berkata pada kami: “Mandikanlah Ia dengan bilangan ganjil, tiga atau lima, dan campurlah pada basuhan kelima dengan wewangian kapur atau sesuatu darinya, ketika kalian sudah selesai memandikannya maka beritahu aku.”, kemudian kami memberi tau beliau, lalu beliau memberikan kain penutup dan berkata: "Tutupilah ia dengan ini.” (HR. Muslim- Shahih Muslim, Juz III hal. 47 ctk. Dar al-Afaq al-Jadidah; Beirut)

Pengertian

Secara Bahasa kata Janazah diartikan dengan kereta jenazah. Sedangkan kata jinazah berarti mayat atau orang yang menderita sakit. Namun, secara Istilah jandzah adalah mayat yang berada di dalarn peti jenazah.

Sakaratulmaut 

Sakaratulmaut adalah kondisi yang menunjukkan bahwa kematian akan segera datang. Proses awal dari sakaratulmaut adalah dicabutnya ruh dari tubuh manusia. Berikut hal-hal yang dianjurkan untuk dilakukan ketika kondisi manusia sedang sakaratulmaut: 

  1. Menghadapkan ke kiblat dengan posisi lambung kanan berada di bawah. Jika dirasa sulit, maka dapat dibaringkan dengan posisi kaki di arah kiblat dan kepala sedikit diangkat (menggunakan bantal dll.) sekira wajahnya menghadap ke kiblat. 
  2. Membisikkan secara berulangkali kalimat (Laa ilaha Illallahu) dengan pelan dan halus. 
  3. Membacakan surah Yasin disebelahnya.
  4. Memberikan motivasi bahwa Allah Swt. akan mengampuni segala kesalahan yang pernah diperbuat selama mempunyai iman kepada-Nya.

Setelah Meninggal

Setelah tercabutnya ruh, dianjurkan melakukan beberapa perkara sebagai berikut:

  1. Memejamkan kedua mata.
  2. Mengikat tulang dagu, dengan tujuan supaya mulut tidak terbuka.
  3. Melemaskan seluruh persendian.
  4. Meletakkan sesuatu yang berat di atas perut jenazah, supaya perut tidak menggembung.
  5. Melepaskan seluruh pakaian yang digunakan dan menempatkan jenazah di atas amben (dipan) dengan dihadapkan ke arah kiblat.
  6. Segera melaksanakan perawatan selanjutnya, mulai dari memandikan, mengkafani, mensalati, dan Memakamkan.

Memandikan

Prosesi pemandian jenazah minimal dilakukan dengan menghilangkan seluruh perkara najis dari tubuh mayat, menghilangkan kotoran dan meratakan air ke seluruh anggota tubuh mayat. Sedangkan untuk tata cara yang paling sempurna dapat diperoleh dengan beberapa proses berikut:

  1. Dilaksanakan di tempat yang jauh dari keramaian, dan menutupi tubuh jenazah dengan kain.
  2. Memangku jenazah dan menyangga kepala mayat dengan tangan kanan.
  3. Mengurut serta memijat perut mayat dengan tangan kiri, untuk mengeluarkan kotoran-kotoran yang ada dalam perut.
  4. Membersihkan kedua lubang, baik lubang kemaluan ataupun lubang anus dengan menggunakan tangan kiri yang dilapisi dengan kain lembut.
  5. Membuka mulut dan membersihkannya.
  6. Mewudukan jenazah seperti tata cara wudunya orang yang masih hidup.
  7. Membasuh kepala dan wajah jenazah dengan air sabun, sampo atau yang lainnya.
  8. Meratakan air pada rambut mayat dan jika ada rambut yang terlepas, dapat disertakan dalam pemakaman mayat.
  9. Membasuh tubuh bagian kanan dan kiri mayat dengan cara memiringkan tubuhnya, bagian atas, mulai wajah hingga bagian leher, kemudian membasuh tubuh mayat secara keseluruhan.

Catatan

Kesempurnaan ini masih dianggap sebagai basuhan yang pertama, sehingga disunahkan untuk mengulanginya sebanyak 3 kali, dan dalam basuhan yang terakhir disunahkan untuk mencampur dengan kapur barus (wewangian), hal ini belaku selama mayat tidak meninggal dalam keadaan Ihram.

Mengkafani

Prosesi mengkafani jenazah, minimal dengan menggunakan kain yang dapat menutupi seluruh tubuh serta kepala jenazah, selama tidak meninggal dalam keadaan Ihram. Untuk proses mengkafani yang dianggap sempurna adalah: 

Jenazah Laki-laki. 

Dengan menggunakan tiga lapis kain putih yang setiap lapisnya dapat melingkupi seluruh tubuh mayat. Sedangkan untuk selain kain putih hukumnya makruh untuk digunakan.

Jenazah Perempuan. 

Dengan menggunakan lima kain putih, yang terdiri dari: 

  1. Kain yang menutupi pusar hingga ujung kaki (semacam sarung). 
  2. Penutup kepala (kerudung). 
  3. Kain berbentuk gamis yang menutupi bagian atas hingga bawah sarung. 
  4. Dua lapis kain yang menutupi seluruh tubuh. 

Catatan:

  • Untuk jenazah laki-laki tidak diperkenankan untuk dikafani menggunakan sutra.
  • Sebaiknya di setiap anggota sujud diberikan kapas, diberikan ikatan tali di setiap persendian dan dilepaskan saat sudah didalam kubur.

Mensalati

Proses mensalati jenazah harus dilaksanakan setelah proses memandikan dan mengkafani selesai, dengan tata cara sebagai berikut:

  1. Takbiratulihram dengan niat salat sebagai berikut:
    أصلِّي علي هذا الميت أربَعَ تَكبيرات فَرْضَ الكِفايَةِ لله تعالي
  2. Membaca surah al-Fatihah. 
  3. Takbir kedua dan membaca shalawat Nabi.
  4. Takbir ketiga dan mendoakan mayat dengan minimal membaca:
    اللهم اغْفِرْ لَهُ وارْحَمهُ وعافِهِ واعفُ عنه وأَكْرِمْ نُزولَهُ ووسِّعْ مَدخلَهُ واغْسِلْهُ بِماءٍ وثَلْج وبَرَدٍ ونَقِهِ من الخَطايا كما يُنَقَي الثَوبُ الأَبْيَضُ مِنِ الدَنَسِ وأَبْدِلْهُ دارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وأَهْلًا خَيْراً من أهلِهِ وَزَوْجًا خَيْراً مِن زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ القَبْرِ وعَذَابَ النارِ
  5. Takbir keempat dan membaca doa:
    اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ
  6. Dua salam dan di sunahkan menambahkan lafad wabarakatuh diakhirnya.

Catatan: Dlamir yang ada di setiap lafal yang kembali kepada mayat menyesuaikan jenis kelamin dan jumlah mayat.

Memakamkan

Proses pemakaman jenazah minimal dengan menempatkannya di dalam lubang yang sekira dapat mencegah terciumnya bau mayat, aman dari hewan buas serta menghadap kiblat. Sedangkan untuk kesempurnaannya adalah sebagaimana berikut:

  1. Liang kubur dengan kedalaman orang dewasa yang berdiri dan mengangkat tangannya (red jawa: sak dedek sak pengawe). Sedangkan untuk lebarnya adalah satu dzira' (satu siku) lebih satu jengkal.
  2. Menghadapkan jenazah ke arah kiblat dan dianjurkan untuk menempelkan pipi jenazah ke tanah.
  3. Dianjurkan untuk memakamkan dengan model liang lahad.
  4. Menaruh jenazah secara perlahan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url