Definisi ihtikar (menimbun) menurut keempat madzhab :

Mazhab Hanafi

1. Badā'i' ash-Ṣana'i' — Imam al-Kasani

وَالِاحْتِكَارُ: حَبْسُ الْأَقْوَاتِ انْتِظَارَ غَلَائِهَا، أَوْ حَبْسُهَا أَرْبَعِينَ يَوْمًا لِذَلِكَ

Artinya:

"Ihtikar adalah menahan makanan pokok sambil menunggu naiknya harganya; atau menahannya selama empat puluh hari untuk maksud tersebut."

2. al-Baḥr ar-Ra'iq — Ibn Nujaym

وَقِيلَ: الِاحْتِكَارُ حَبْسُ الطَّعَامِ لِلِاتِّجَارِ بِهِ انْتِظَارَ غَلَاءٍ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ مَحْبُوسًا لِذَلِكَ فَلَيْسَ بِمُحْتَكِرٍ

Artinya:

"Dikatakan: Ihtikar adalah menahan makanan untuk diperdagangkan sambil menunggu mahalnya harga. Jika tidak ditahan untuk maksud itu, maka belum termasuk penimbun."

Mazhab Maliki

1. al-Muntaqā — Abu al-Walid al-Baji

الِاحْتِكَارُ حَبْسُ مَا يَنْتَفِعُ بِهِ النَّاسُ مِنْ طَعَامٍ أَوْ غَيْرِهِ لِيَغْلُوَ السِّعْرُ

Artinya:

"Ihtikar adalah menahan apa yang dimanfaatkan masyarakat, baik makanan maupun selainnya, agar harganya melambung tinggi."

2. Hāsyiyah ad-Dusuqi — ad-Dusuqi

الِاحْتِكَارُ هُوَ حَبْسُ الْبَضَائِعِ مِنْ طَعَامٍ وَغَيْرِهِ مِمَّا يَعُمُّ الْبَلْوَى بِهِ انْتِظَارَ غَلَائِهَا لِيُبَاعَ بِأَغْلَى ثَمَنٍ

Artinya:

"Ihtikar adalah menahan barang dagangan — makanan maupun selainnya — yang kebutuhannya meluas di masyarakat, sambil menunggu naiknya harga agar dijual dengan harga lebih mahal."

Mazhab Syafi'i

1. al-Muhadzdzab — Abu Ishaq as-Syirazi

الِاحْتِكَارُ: أَنْ يَشْتَرِيَ الطَّعَامَ فِي وَقْتِ غَلَائِهِ فَيَحْبِسَهُ لِيَبِيعَهُ بِأَغْلَى سِعْرٍ عِنْدَ اشْتِدَادِ حَاجَةِ النَّاسِ إِلَيْهِ

Artinya:

"Ihtikar adalah membeli makanan pada saat harganya mahal, lalu menahannya untuk dijual lebih mahal ketika kebutuhan masyarakat terhadapnya sangat mendesak."

2. al-Wajīz — Imam al-Ghazali

الِاحْتِكَارُ حَبْسُ السِّلَعِ الْمَحْتَاجِ إِلَيْهَا لِانْتِظَارِ ارْتِفَاعِ السِّعْرِ وَبَيْعُهَا عِنْدَهُ

Artinya:

"Ihtikār adalah menahan barang yang dibutuhkan sambil menunggu naiknya harga, lalu menjualnya pada saat itu."

Mazhab Hanbali

1. al-Mughnī — Ibn Qudāmah

وَالِاحْتِكَارُ: أَنْ يَشْتَرِيَ مَا يَحْتَاجُ النَّاسُ إِلَيْهِ ثُمَّ يَحْبِسَهُ حَتَّى يَقِلَّ فِي أَيْدِيهِمْ فَيَغْلُوَ سِعْرُهُ فَيَبِيعَهُ بِأَضْعَافِ ثَمَنِهِ

Artinya:

"Ihtikār adalah membeli apa yang dibutuhkan masyarakat, lalu menahannya hingga menjadi langka di tangan mereka, sehingga harganya melambung, lalu dijual berlipat ganda harganya."

2. Fiqh as-Sunnah — As-Sayyid Sābiq

الِاحْتِكَارُ: أَنْ يَشْتَرِيَ الْمَرْءُ السِّلَعَ فَيَحْبِسَهَا حَتَّى يَقِلَّتْ فَيَغْلُوَ السِّعْرُ فَيَكُونُ ذَلِكَ مُكْسِبًا لَهُ وَمَضَرَّةً بِالنَّاسِ

Artinya:

"Ihtikār adalah seseorang membeli barang lalu menahannya hingga menjadi sedikit, sehingga harganya naik — hal itu menjadi keuntungan baginya sekaligus kemudaratan bagi orang lain."

Rujukan Umum

al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuh — Wahbah az-Zuhailī

فَالِاحْتِكَارُ هُوَ حَبْسُ السِّلَعِ الْمَحْتَاجِ إِلَيْهَا عُمُومُ النَّاسِ فِي وَقْتِ ارْتِفَاعِ أَسْعَارِهَا لِيُبَاعَتْ بِأَغْلَى ثَمَنٍ وَيَتَضَرَّرَ بِذَلِكَ الْعَامَّةُ

Artinya:

"Maka ihtikār adalah menahan barang yang dibutuhkan masyarakat luas pada saat harganya naik, agar dijual dengan harga lebih mahal sehingga rakyat banyak yang dirugikan."