Siapa sih yang nggak mau pahalanya dilipatgandakan? Nah, bulan Ramadhan adalah momen emas buat kita jor-joran berbuat baik, terutama lewat sedekah. Dalam bahasa Arab, sedekah disebut sadaqah, sedangkan dalam bahasa Inggris kita mengenalnya sebagai charity.
Intinya, sedekah itu cara kita "titip" harta kepada Allah SWT dengan cara berbagi ke sesama. Menurut Imam Ghazali Said dalam bukunya Puasa dan Dimensi Fikih-Sufistik, sedekah adalah memindahkan hak milik kita ke orang lain mumpung masih sama-sama hidup, demi mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Matematika Allah: 1 Biji Jadi 700!
Mungkin di kalkulator kita, berbagi itu artinya berkurang. Tapi di "kalkulator" Allah, rumusnya beda banget. Coba deh simak surat Al-Baqarah ayat 261:
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٢٦١
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”
Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan kalau sedekah itu ibarat benih. Ada istilah menarik di ayat tersebut: “anbatat sab’a sanabila”. Secara bahasa, seolah-olah biji itu tumbuh sendiri, padahal hakikatnya Allah-lah yang menumbuhkannya. Pesannya jelas: sedekah sekecil apa pun bisa jadi "raksasa" karena keberkahan dari Allah.
Bahkan para ahli pertanian pun mengakui kalau satu biji gandum atau jagung bisa menghasilkan puluhan bulir yang isinya ratusan biji. Jadi, gambaran pahala yang berlipat-lipat itu bukan cuma kiasan, tapi nyata adanya.
Belajar dari Para Sahabat
Ayat di atas kabarnya turun berkaitan dengan kedermawanan Utsman bin Affan r.a. dan Abdurrahman bin Auf r.a. Bayangkan, Abdurrahman bin Auf pernah membawa 4.000 dirham kepada Rasulullah SAW dan berkata: "Saya punya 8.000 dirham, setengah untuk keluarga, setengah lagi saya sedekahkan."
Rasulullah SAW pun mendoakannya: "Semoga Allah memberkahi uangmu, baik yang kamu simpan maupun yang kamu sedekahkan."
Sedekah Itu Gak Bikin Miskin
Seringkali kita takut kekurangan kalau terlalu banyak memberi. Padahal, Abu Hurairah meriwayatkan pesan keren dari Rasulullah SAW:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ، وَابْنُ، حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، وَهو ابْنُ جَعْفَرٍ عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ " مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَواضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ "
“Sedekah tidak akan mengurangi harta. Tidaklah Allah menambah sifat pemaaf pada seseorang kecuali ia akan makin mulia, dan tidaklah seseorang rendah hati karena Allah kecuali Allah akan angkat derajatnya.” (HR. Muslim).
Gercep Berbagi ala Rasulullah
Di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW itu level kedermawanannya naik drastis. Abdullah bin Abbas menceritakan betapa "gercepnya" beliau dalam berbagi:
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، أَخْبَرَنَا ابْنُ شِهَابٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ
“Nabi SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau jauh lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan... Kedermawanan beliau (bahkan) lebih cepat daripada angin yang berhembus.” (HR. Bukhari).
Nggak heran kalau umat Muslim berlomba-lomba sedekah di bulan ini. Selain menghapus dosa dan membuka pintu rezeki, sedekah adalah bekal terbaik kita untuk di akhirat nanti.

0Komentar