PBNU Tuntut Agresi Israel Terhadap Palestina

Gus Ulil

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil), mengecam tindakan Israel yang terus menyerang Gaza, Palestina, terutama di wilayah Rafah. Gus Ulil mendesak Israel untuk segera menghentikan serangan yang telah menyebabkan kerugian besar dan penderitaan bagi warga sipil.

"Kami sangat mengecam tindakan ini dan meminta Israel segera menghentikan serangan ini karena hampir seluruh komunitas global sudah sepakat bahwa tindakan Israel ini sudah melampaui batas, tidak berperikemanusiaan, dan tidak seimbang dengan tuduhan mereka terhadap Hamas pada 7 Oktober tahun lalu," ujar Gus Ulil kepada NU Online, Kamis (29/5/2024).

Gus Ulil menekankan bahwa jika serangan ini disebut sebagai balas dendam, maka balas dendam tersebut sangat tidak proporsional dan tidak seimbang.

Ia mendesak Israel untuk mendengarkan seruan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC), komunitas global, dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang mayoritas anggotanya menginginkan agar Israel segera menghentikan serangan dan mendeklarasikan gencatan senjata.

"Jadi, kami menuntut Israel menghentikan serangan ini, mendengarkan seruan ICC, mendengarkan seruan komunitas global, dan mendengarkan PBB yang hampir mayoritas anggotanya di Dewan Keamanan PBB menginginkan Israel segera menghentikan serangan dan mendeklarasikan gencatan senjata," tegas Gus Ulil.

Gus Ulil juga menyoroti bahwa serangan Israel terhadap warga Gaza di Rafah melanggar aturan yang sudah dibuat oleh Amerika Serikat (AS), yang menegaskan agar Israel tidak melakukan serangan terhadap orang-orang di Rafah dan tidak melewati batas. 

Namun, serangan Israel ke Rafah tetap merupakan tindakan tidak berperikemanusiaan karena Israel tidak mendengarkan seruan warga dunia untuk menghentikan serangan tersebut.

"Namun di atas itu semua, ini jelas merupakan tindakan tidak berperikemanusiaan karena Israel tidak mendengarkan seruan warga dunia untuk menghentikan serangan terhadap warga Palestina di Gaza, terutama di Rafah," pungkas Gus Ulil.

Sebelumnya, pada Ahad (26/5/2024), Israel melancarkan serangan udara terhadap kamp pengungsi di timur laut Rafah. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai puluhan lainnya, menurut dinas pertahanan sipil Palestina. Serangan militer Israel yang terus berlanjut di Rafah, selatan Jalur Gaza, Palestina telah melumpuhkan hampir seluruh rumah sakit di wilayah tersebut. 

Mengutip Kantor Berita Palestina WAFA, dari enam rumah sakit yang berada di selatan Jalur Gaza, hanya Rumah Sakit Bersalin Tal Al-Sultan yang masih beroperasi, meskipun dalam kondisi sangat terbatas.

Rumah Sakit Bersalin Tal Al-Sultan kini menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan yang berfungsi di wilayah Rafah, meskipun mengalami tekanan besar dan kekurangan sumber daya.

"Rumah sakit ini masih berjuang untuk bertahan dan terus memberikan layanan kepada pasien," ujar sumber medis, dikutip dari WAFA.

Rumah sakit lainnya adalah RS Abu Youssef Al-Najjar, Klinik Pusat Abu Al-Walid, RS Lapangan Rafah (2), RS Khusus Kuwait, RS Lapangan Indonesia, dan Klinik Tal Al-Sultan. Serangan Israel telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan menargetkan fasilitas kesehatan secara langsung.

Sebagai bentuk kepedulian bagi warga Palestina, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Care-LAZISNU mengajak masyarakat untuk menyalurkan bantuan dana kemanusiaan yang dapat disalurkan melalui NU Online Super App di fitur Zakat & Sedekah.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url