Tafsir Hadaiq ar-Ruh Wa ar-Raihan

Tafsir Hadaiq ar-Ruh Wa ar-Raihan

Usaha untuk menggali dan memahami isi Alquran terus berlanjut tanpa henti, mengingat Alquran merupakan kitab suci yang memberikan petunjuk hidup bagi manusia hingga akhir zaman. Berbagai interpretasi terus berkembang, menghasilkan beragam karya tafsir dengan gaya dan genre yang berbeda, termasuk tafsir klasik dan modern, serta tafsir berdasarkan riwayat dan rasio.

Dalam konteks tafsir modern dalam dunia Islam, beberapa karya menonjol, seperti Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Manar, Tafsir al-Hadis, Tafsir al-Sya’rawi, dan banyak lagi. Salah satu tafsir modern yang mencolok adalah Hadaiq ar-Ruh wa ar-Raihan, yang dikarang oleh Syekh Muhammad Amin al-Harari. Kitab tafsir ini dianggap sebagai ensiklopedia tafsir oleh beberapa pihak karena cakupan kajiannya yang melibatkan berbagai aspek, didukung oleh kutipan kaya dari berbagai sumber kitab tafsir lainnya.

Tafsir Hadaiq ar-Ruh wa ar-Raihan, merupakan salah satu karya tafsir kontemporer yang signifikan selain karya-karya seperti Tafsir asy-Sya’rawi dan Tafsir Thanthawi Jauhari. Penulis, Syekh Muhammad al-Amin, menghabiskan waktu sebelas tahun untuk menyusun kitab ini, dimulai dari tanggal 2 Muharram tahun 1406 Hijriyah hingga 1 Syawal tahun 1417 Hijriyah. Al-Amin menyatakan bahwa salah satu motivasinya untuk menulis kitab ini berasal dari inspirasi ilahi yang diterimanya setelah melakukan kontemplasi panjang untuk berkhidmat pada Alquran.

Kitab ini terdiri dari 32 jilid, dicetak oleh Dar al-Minhaj, dengan satu jilid berisi pengantar dan biografi Syekh Muhammad al-Amin yang ditulis oleh muridnya, Hasyim Muhammad bin Husain Mahdi. Menurut Hasyim, Tafsir Hadaiq ar-Ruh wa ar-Raihan dianggap sebagai tafsir kontemporer terbaik dan paling komprehensif karena upayanya untuk menafsirkan Alquran dalam berbagai aspek. Kitab ini dianggap cukup sebagai sumber referensi karena telah mencakup isi kitab-kitab tafsir sebelumnya.

Pendekatan yang digunakan oleh Syekh Muhammad al-Amin dalam menafsirkan ayat-ayat Alquran adalah dengan metode tahlili. Metode ini mencakup penjelasan kandungan ayat-ayat Alquran dari berbagai aspek, termasuk aspek kebahasaan, hubungan antar ayat, dan sebab turunnya ayat. Beliau juga menekankan relevansi antara ayat yang sedang dibahas dengan ayat atau surat sebelumnya.

Dalam penafsirannya, Syekh Muhammad al-Amin memberikan penjelasan tentang aspek linguistik dengan porsi yang cukup besar, termasuk i'rab, tafsir, ragam qira’ah, serta keindahan bahasa atau sisi balaghah dari ayat tersebut. Kitab ini diakui sebagai tafsir yang kaya dan komprehensif, terutama dalam aspek kebahasaannya.

Dengan demikian, Hadaiq ar-Ruh wa ar-Raihan dianggap sebagai karya tafsir yang menggabungkan berbagai aspek interpretatif Alquran, sehingga menjadi alternatif yang memadai sebagai pengganti kitab-kitab tafsir lainnya, terutama dari segi kebahasaan yang diuraikan secara mendalam.

Identitas Kitab

Nama kitab : Tafsir Hadaiq ar-Ruh Wa ar-Raihan

Penyusun : Syekh Muhammad Al-Amin Al-Harari

Volume: 30 Jilid

Link Download

Jilid 1 | Jilid 2 | Jilid 3 | Jilid 4 | Jilid 5

Jilid 6 | Jilid 7 | Jilid 8 | Jilid 9 | Jilid 10

Jilid 11 | Jilid 12 | Jilid 13 | Jilid 14 | Jilid 15

Jilid 16 | Jilid 17 | Jilid 18 | Jilid 19 | Jilid 20

Jilid 21 | Jilid 22 | Jilid 23 | Jilid 24 | Jilid 25

Jilid 26 | Jilid 27 | Jilid 28 | Jilid 29 | Jilid 30

Jilid 31 | Jilid 32

Terkait: Tafsir Nur Ihsan

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url