Pelaku dan Objek Akad
| Pelaku | Peran | Keterangan |
| Bank Syariah/LKS | Mu'ajjir (Pemberi Sewa) | Pemilik sah (aset) rumah yang disewakan. |
| Bapak A | Musta'jir (Penyewa) | Nasabah yang membutuhkan manfaat rumah dan berjanji memiliki di akhir masa sewa. |
| Rumah Tinggal | Ma'jur (Objek Sewa) | Rumah tipe 45/90 senilai Rp 500.000.000. |
| Jangka Waktu | 15 tahun (180 bulan). | |
| Cara Pemindahan Hak Milik | Jual Beli di akhir masa sewa. |
Tahapan Transaksi (Dua Akad Terpisah)
IMBT harus terdiri dari dua akad yang terpisah waktunya agar sah secara syar'i:
A. Akad Pertama: Akad Jual Beli (Antara Bank dan Developer/Penjual)
| Proses | Keterangan |
| Pengajuan | Bapak A mengajukan permohonan pembiayaan IMBT ke Bank Syariah untuk membeli rumah. |
| Pembelian Objek | Bank Syariah (sebagai pembeli) membeli secara tunai rumah dari Developer/Penjual senilai Rp 500.000.000. |
| Kepemilikan | Kepemilikan (sertifikat) rumah sah berada di tangan Bank Syariah (Mu'ajjir). |
B. Akad Kedua: Akad Ijarah (Sewa) dan Janji Tamlik (Pemindahan Kepemilikan)
Setelah Bank Syariah sah memiliki rumah, barulah dilakukan akad kedua dengan Bapak A.
| Proses | Keterangan |
| Akad Ijarah | Bank Syariah menyewakan manfaat rumah kepada Bapak A selama 15 tahun (180 bulan). |
| Ujrah (Sewa) | Disepakati besaran sewa (Ujrah) yang dibayar Bapak A per bulan (misalnya, Rp 3.500.000/bulan, yang mencakup pokok sewa dan margin keuntungan bank). Sewa dihitung atas manfaat, bukan atas harga pokok rumah. |
| Janji Tamlik | Di awal akad, Bapak A dan Bank Syariah membuat Janji (Wa'd) bahwa Bank Syariah akan mengalihkan kepemilikan rumah kepada Bapak A setelah masa sewa 15 tahun berakhir, melalui akad Jual Beli dengan harga yang disepakati (misalnya, harga sisa/harga nominal tertentu, atau harga pasar saat itu, tergantung kesepakatan di awal). |
| Tanggung Jawab | * Bank Syariah (Mu'ajjir): Menanggung biaya-biaya struktural/kepemilikan (pajak bumi dan bangunan (PBB), asuransi properti, pemeliharaan berat). |
| * Bapak A (Musta'jir): Menanggung biaya-biaya operasional/pemakaian (listrik, air, pemeliharaan ringan/sehari-hari). | |
| Pelaksanaan | Bapak A menempati rumah dan membayar Ujrah bulanan tepat waktu selama 180 bulan. |
Akhir Masa Akad (Muntahiyah Bittamlik)
| Proses | Keterangan |
| Masa Sewa Berakhir | Setelah 15 tahun, masa akad Ijarah selesai. |
| Opsi Pemindahan Kepemilikan | Bank Syariah melaksanakan janjinya (Wa'd) untuk mengalihkan kepemilikan rumah kepada Bapak A. |
| Akad Jual Beli Baru | Dilakukan Akad Jual Beli Terpisah (berbeda dengan akad Ijarah) di mana Bank Syariah menjual rumah tersebut kepada Bapak A dengan harga yang disepakati di awal (misalnya, Rp 10.000.000 sebagai harga pengalihan hak, atau harga jual sisa). |
| Kepemilikan Final | Kepemilikan (sertifikat) rumah berpindah secara sah kepada Bapak A. |
Poin Kunci Kepatuhan Syariah dalam IMBT:
Akad Terpisah: IMBT adalah gabungan dari dua akad yang harus dieksekusi secara terpisah (Ijarah di awal, dan Jual Beli/Hibah di akhir). Tidak boleh ada dua akad dalam satu transaksi secara bersamaan (Baitani fī Baitain).
Kepemilikan Aset: Bank (Mu'ajjir) harus memiliki aset secara penuh sebelum menyewakannya kepada nasabah (Bapak A).
Risiko Aset: Selama masa sewa (Ijarah), risiko atas kerusakan atau kerugian objek sewa yang bersifat struktural ditanggung oleh pemilik (Bank Syariah), bukan penyewa.
Ujrah Jelas: Biaya sewa (Ujrah) harus jelas dan disepakati di awal, dan dihitung berdasarkan manfaat aset, bukan berdasarkan bunga pinjaman konvensional.
.jpg)
0Komentar